Minggu, 26 Mei 2013

Roti Maryam

kali ini saya mau berbagi tentang cara membuat roti maryam. kali pertama saya mengenal roti ini adalah ketika saya sedang di stasiun wonokromo. salah satu teman saya membelikannya untuk saya.hehehe...makasiih yaa...lama kelamaan saya mulai suka dengan roti ini, tiap kali ke stasiun saya selalu menyempatkan diri untuk membeli roti maryam sebelum saya naik kereta. tapi sekarang roti maryam kesukaan saya yang biasa saya beli di stasiun jarang ada, bahkan memang sudah tidak ada. karena itu saya jadi jarang makan roti maryam. sampai pada klimaksnya, kebetulan saya bertemu dengan teman saya yang keturunan arab, dia merekomendasikan salah satu toko yang menjual roti maryam mentah pada saya. tanpa pikir panjang lagi, saya menyatroni toko itu. akhirnya..keturutan juga makan roti maryam lagi. kemudian saya berpikir, dari pada beli kenapa tidak saya bikin sendiri saja roti maryam itu, seperti saya bikin cucur yang dulu sempat saya posting disini. akhirnya saya googling apa siih resep roti ini. dari hasil googling saya temukan beberapa resep, kemudian saya menggabungkannya menjadi seperti ini:

Bahan:
- 2 sdm susu kental manis
- 250 gr tepung terigu
- 1/2 sdt garam
- 1 btr telur
- 100 ml minyak goreng
- 100 gr mentega
- 100 ml air

Rabu, 22 Mei 2013

OASIS: Share to Care

OASIS...ini adalah salah satu organisasi yang dulu pernah saya ikuti selama studi di kampus. OASIS adalah sebuah lembaga semi otonom yang bergerak dibidang peer counseling. keren kan...kampus psikologi punya kita lho...hehe....
saya bergabung dengan lembaga ini selama dua periode. pada periode pertama saya dipercaya untuk menjadi ketua bidang pengembangan skill dan intelektual. banyak program yang dulu belum terlaksana secara rutin mulai saya kembangan dan saya laksanakan kembali. saya juga menambahkan beberapa program yang dapat menambah wawasan teman-teman OASIS tentang konseling. dan berusaha menumbuhkan jiwa helper pada semua generasi OASIS. dan pada tahun kedua saya dipercaya sebagai ketua bidang networking. hal yang diprogramkan adalah menjalin hubungan dengan radio kampus sehingga anggota OASIS bisa berbagi dengan lebih banyak mahasiswa. itu inti dari program kami, supaya OASIS dikenal tidak hanya di UIN saja, tetapi dapat dikenal di luar kampus juga. berikut adalah beberapa kegiatan yang dapat dirangkum dalam bentuk video. selamat menikmati... :)

Kamis, 16 Mei 2013

MEMORIAN: PKLI at Randu Agung

tak terasa sudah hampir satu tahun yang lalu saya PKLI. hehe.. jadi mantan mahasiswa itu enak. suka ketawa sendiri klo mengenang dulu waktu masa-masa kuliah. salah satu kenangan yang berkesan adalah ketika kita sebagai mahasiswa melaksanakan PKLI. PKLI merupakan praktek kerja lapangan integratif..haha..itu singkatannya. PKLI merupakan kegiatan mahasiswa meliputi praktek program profesi, penelitian dan pengabdian masyarakat. banyak hal yang dapat dipelajari ketika PKLI. saya posting khusus buat adik-adik angkatan yang mau PKLI semester ini. sekedar berbagi cerita lah. ini cuplikan gambar yang sempat dijepret waktu saya dan kelompok PKLI.
saya dan kelompok yang berjumlah 13 orang memilih tempat PKLI di Desa Randu Agung, Singosari, Malang. desa ini tergolong desa yang cukup berkembang. tempat profesi dan penelitian kami di Mts Darul Karomah yang terletak di desa setempat. kegiatan kami lumayan padat. mulai dari pagi harus bangun makan sahur (kebetulan waktu itu puasa ramadhan) kemudian menjadi volunter di MI Al-Maarif yang satu gedung dengan Mts sampai dhuhur. lalu dilanjutkan dengan menjalani program profesi dan penelitian di Mts Darul Karomah hingga ashar. kemudian malamnya berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat desa setempat untuk pengabdian masyarakat. setelah larut biasanya kami mengadakan rapat evaluasi ato paling tidak menulis laporan kegiatan untuk hari ini. begitulah kegiatan kami setiap harinya.

video ini adalah ringkasan singkat kegiatan kami selama menjalani profesi di Mts Darul Karomah.

Selasa, 14 Mei 2013

Kejujuran

kejujuran itu seperti es krim
kalo tidak cepat dilahap
bakalan meleleh
hilang ditelan hawa panas

bisep ditangan itu kan otot fisik
nah..kejujuran itu otot mental
dan otot harus dilatih terus
biar kuat..
untuk kali ini latihan kejujuranku
jujur pada diri sendiri

aku takut..
takut kalo intuisiku mengenai banyak hal selama ini salah
takut gimana kalo aku bangun besok
matahari g terbit dari timur
ato gimana kalo aku bangun besok
dan aku baru tau
kalo hati bisa salah??

Graduation

tanggal 11 mei 2013 adalah hari yang cukup sibuk bagiku dan keluargaku. kita bangun jam 4 pagi, menyiapkan sarapan dan langsung mandi tidak lupa gosok gigi..haha..
alhamdulillah..setelah hampir 3,5 tahun berkutat dengan berbagai macam dinamika bangku kuliah kini bisa merasakan mengenakan toga dan menyandang gelar S.Psi dan lulusan terbaik Fakultas Psikologi :). 11 Mei adalah hari yang istimewa bagi saya dan keluarga saya, karena hari ini saya WISUDA. horee....mungkin tak banyak kata yang bisa saya ceritakan. semoga ilmu yang saya dapatkan dapat bermanfaat bagi banyak orang dan saya bisa menjalankannya dengan istiqomah..aamiin...ini sekilas yang sempat terabadikan dari moment istimewa kali ini..
ini foto setelah yudisium 8 Mei 2013

Sabtu, 04 Mei 2013

INTERVENSI PSIKOTERAPI DI SEKOLAH


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Manusia dilahirkan dengan karakter yang unik. Manusia dididik dengan pola asuh yang berbeda. Manusia tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan masyarakat yang beraneka ragam. Hal tersebut yang menjadikan manusia hidup dengan sikap dan perilakunya masing-masing. Demikian pula dengan peserta didik, mereka dilahirkan dengan struktur sel-sel syaraf yang unik dalam otak mereka, yang membuat mereka memiliki perbedaan dalam cara mengelola informasi dalam pikiran mereka. Peserta didik juga memiliki perilaku yang berbeda-beda. Hal tersebut menuntut para tenaga pendidik untuk memperhatikan kebutuhan masing-masing peserta didiknya yang unik. Tidak terkecuali pada persoalan yang ada di sekolah, tidak jarang peserta didik mempunyai masalah yang dapat mengganggu produktifitasnya dalam belajar. Sehingga berakibat menurunnya prestasi belajar atau muncul tindakan-tindakan yang di luar kendali.
Persoalan atau masalah yang menjadi problem peserta didik biasanya berkutat pada masalah belajar, keluarga, kesehatan dan lain-lain. Sebenarnya peran psikologi sangat dibutuhkan pada bagian ini. Hal ini dikarenakan salah satu peran psikologi di sekolah adalah untuk perlindungan, sosialisasi mengenai kesehatan mental dan juga memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik.
Meskipun psikologi tidak berperan sebagai pelaku utama dalam kancah pendidikan, namun psikologi sangat diperlukan untuk beberapa kasus siswa yang memerlukan suatu intervensi psikologi. Intervensi dapat dilakukan secara langsung yang berupa pengadaan remidi, instruksi bimbingan dan konseling, training maupun pelatihan yang bersifat edukatif dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
Intervensi psikoterapi tidak serta merta dapat dilakukan oleh semua pihak sekolah, namun intervensi ini hanya dapat dilakukan oleh pihak sekolah yang memiliki wewenang tertentu dan juga memiliki wawasan mengenai intervensi psikoterapi yang dilakukan. Adapun intervensi psikoterapi yang dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang di sekolah akan dibahas dalam pembahasan makalah ini.

Kamis, 02 Mei 2013

CINTA: Studi Komparasi Perspektif Islam dan Psikologi (Konsep Cinta Al-Ghazali dan The Sternberg's Triangular Theory of Love)



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Cinta adalah suatu proses di dalam hati, berupa kecenderungan yang dibarengi gejolak emosi, yang menimbulkan gerakan hati menuju sesuatu yang sesuai dengan selera cinta.[1] Cinta merupakan tema purba yang semangatnya selalu atraktif dan menggoda siapa saja. Eksistensinya mampu mencerahkan sekaligus membutakan dunia. Cinta dapat menenggelamkan sekaligus mengangkat eksistensi manusia. Cinta menggairahkan bagi mayoritas orang, menggetarkan hati orang-orang beriman dan menggoyangkan lidah orang-orang yang beribadah ketika menyebut namanya. Cinta adalah sebuah tonikum bagi orang yang letih dan berbeban berat dalam menjalani hidup. Cinta memiliki bahasanya sendiri, suara yang menyentuh dari hati ke hati, yang nada mistisnya hanya dipahami oleh cinta.[2] Demikian ungkapan puisi cinta dari Persia. Banyak orang berpendapat bahwa dunia tanpa cinta akan terasa senyap dan hampa dengan segenap resah yang melanda. Tanpa cinta hidup akan terasa sia-sia.
Erich Fromm mengatakan bahwa cinta bersifat absolut dan kompleks dan hanya melibatkan perasaan serta emosi. Karena itu, tak aneh jika perasaan cinta sudah melekat dalam hati, tindakan irrasionalpun akan dilakukan. Bahkan cinta dapat mengubah seorang penakut menjadi pemberani dan rela berkorban apa saja demi orang yang dicintainya. Bahkan ada kata pepatah yang sudah sangat familiar tentang cinta, “gunung tinggi akan ku daki, lautan luas akan aku seberangi”.
Menurut Sternberg, cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian, minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan, dsb. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita, dsb. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.
Sternberg terkenal dengan Teori Cinta Triangular (The Triangular Theory of Love). Teori Stenberg yang menyatakan bahwa cinta memiliki tiga bentuk utama yaitu gairah, keintiman, dan komitmen.[3] Gairah seperti yang kita gambarkan di awal adanya daya tarik fisik dan seksual pada pasangan. Keintiman adalah perasaan emosional tentang kehangatan, kedekatan, dan berbagi dalam hubungan. Komitmen adalah penilaian kognitif kita atas hubungan dan niat kita untuk mempertahankan hubungan bahkan ketika menghadapai masalah.

All About NAPZA ~say no to drugs~say yes to love~

BAB I

PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah

Pada saat ini, berita tentang NAPZA selalu menjadi berita hangat dan menarik di berbagai media, baik media cetak maupun media elektronika. Pembicaraan tentang NAPZA seakan-akan tidak ada habisnya dan selalu muncul setiap hari. Pemerintah, dalam hal ini POLRI tidak pernah lelah melakukan pemberantasan NAPZA, tetapi kenyataannya mati satu tumbuh seribu, artinya satu kasus NAPZA teratasi muncul seribu kasus NAPZA lainnya. Jaringan NAPZA telah begitu besar dan mengakar di negara kita, sehingga sangat sulit bagi semua pihak penegak hukum dalam memberantas habis semua jaringan yang ada. Nampaknya kita hampir-hampir putus asa, namun masalah ini harus diatasi karena menyangkut generasi muda sebagai sasaran empuk peredaran NAPZA.
Siswa SMP dan SMA termasuk kategori remaja. Masa remaja adalah masa dimana seseorang mencoba mencari identitas diri dan ingin diakui keberadaan atau eksistensi dirinya dalam lingkungannya, baik lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat. Gejolak mental emosional remaja biasanya meletup-letup karena adanya perubahan drastis sebagai akibat perkembangan fisik dan psikis. Perubahan fisik ditunjukkan dengan bertambah dan berkembangnya ukuran tubuh. Perubahan psikis berupa perubahan mental emosional dari alam anak-anak ke alam dewasa. Mereka disebut anak-anak sudah tidak tepat, dikatakan dewasa masih jauh dari kematangan sikap dan pola pikir orang dewasa. Selain itu terjadi perkembangan psikoseksual, yaitu terjadi menstruasi pada wanita dan politio (mimpi basah) pada pria, dimana perubahan ini membuat mereka cemas dan tertekan.
Semakin maraknya berita peredaran dan penyalahgunaan NAPZA di media massa memiliki pengaruh yang kuat terhadap masyarakat, khususnya bagi remaja, mengingat pengguna NAPZA sebagian besar adalah remaja. Remaja yang berada pada tahap pencarian identitas diri selalu memiliki keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru dan tidak memikirkan akibatnya, baik bagi dirinya, keluarganya, maupun masyarakat sekitarnya. Hal ini karena sebagian remaja tidak memiliki cukup bekal pengetahuan tentang NAPZA dan bahayanya bagi kesehatan dan masa depannya.
Jiwa yang masih labil yang ada pada diri siswa SMP dan SMA berakibat pada mudahnya mereka terkena pengaruh dari lingkungan. Masa mencari identitas diri digunakan sebagai ajang untuk mencoba apa saja yang menurutnya baru dan berbau modern. Mereka sangat takut dikatakan sebagai remaja yang ketinggalan jaman, sehingga apapun yang dilakukan teman sebayanya merupakan “keharusan” untuk mencoba dan merasakan. Salah satu yang mempengaruhi kehidupan remaja saat ini adalah adanya penyalahgunaan obat terlarang, atau terkenal dengan NAPZA. Meskipun banyak himbauan disampaikan oleh Pemerintah kita dan lembaga-lembaga yang peduli dengan bahaya NAPZA, namun hal itu seolah-olah tidak ada gunanya, karena memang sulit untuk menyadarkan mereka yang sudah terkena (kecanduan). Dengan demikian himbauan kemudian lebih diarahkan pada mereka yang belum terkena. Banyak slogan terpampang dimana-mana, seperti “Say No to DRUGS”, “Hidup Sehat tanpa NAPZA”,  “Jauhkan diri dari pil neraka”, dan sebagainya.
Banyaknya tayangan TV yang bertitel “Buser”, “Sergap”, “TKP”, “Patroli”, “Brutal”, dan lain-lain setiap hari nampaknya tidak cukup efektif dalam menyadarkan kaum remaja akan bahaya NAPZA bagi masa depannya. Melalui tayangan yang berdurasi relatif cepat dan sepintas dikhawatirkan justru kemungkinan dapat membuat penasaran mereka dan berkeinginan kuat untuk mencoba. Hal inilah yang menjadi pemikiran kita bersama tentang pentingnya penyuluhan tentang bahaya dan cara penangggulangan penyalahgunaan NAPZA, baik dalam lingkup yang sempit maupun dalam lingkup yang lebih luas langsung kepada sasarannya, terutama bagi kaum remaja, siswa yang masih duduk di SMP dan SMA. Selain lebih efektif dalam menjelaskan tentang pengertian NAPZA dan permasalahannya, para siswa dapat secara langsung mendengarkan penjelasan dari berbagai pihak yang berkompeten tentang NAPZA dan bertanya berbagai hal yang belum jelas yang selama ini hanya mereka ketahui dari berbagai media massa.
Berdasarkan pertimbangan fakta di lapangan saat ini, maka penting bagi masyarakat, khususnya remaja, siswa SMP dan SMA untuk dibekali pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA bagi kesehatan dan masa depan mereka dan bagaimana cara menanggulanginya. Selain itu, pada umumnya remaja lebih mudah kena pengaruh hal-hal yang berbau ”modern” dalam pemahaman mereka, padahal justru dapat membahayakan bagi kehidupannya.